
Ngaret alias tidak tepat waktu rupanya sudah menjadi kebiasaan. Yang pada akhirnya (celakanya) jangan-jangan diterima sebagai budaya. Dan lebih sedihnya kadang-kadang suka mendengar ucapan seperti ini ” Ya namanya juga di Indonesia”. Tidak cuma soal korupsi, percaya pada dukun lepus (dari soal nyantet Bush sampai kapal jatuh), rupanya ngaret juga lama-lama jadi kebiasaan yang dianggap wajar dan diterima disini. Ya itu tadi bahkan sampai ada istilah budaya ngaret. Lho bukannya budaya itu untuk hal-hal yang baik bagi kehidupan ya? ini kok untuk hal-hal negatif sih?
ayo budayakan tepat waktu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar