Rabu, 16 Februari 2011

rasa ingin tahu manusia dalam ilmu pengetahuan

Manusia memiliki akal, pikiran dan perasaan itu yang menyebabkan manusia dapat menciptakan pengetahuan, namun bukan jaminan bagi manusia memiliki pengetahuan.
Maka dari itu, manusia tidak lepas dari rasa ingin tahu yang begitu besar. Dengan rasa keingin-tahuannya itu, manusia terus mencari dan mencari setiap pertanyaan di dalam kehidupan, seperti "mengapa bisa begini?", "bagaimana itu bisa terjadi?" dan lain-lain. Manusia berpikir dengan keras bagaimana sesuatu bisa terjadi dan akhirnya menemukan jawabannya, karena itu manusia juga menyebut dirinya sebagai homo sapiens, yaitu makhluk berpikir. Karena manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas, setelah manusia menemukan jawabannya, manusia aka terus menerus mencari pertanyaan timbul rasa ingin tahu yang baru. Atau dengan kata lain, rasa ingin tahu manusia berkembang sepanjang zaman sampai ia akhirnya mati.

Pengetahuan yang di dapatkan manusia dapat berupa pengalaman, akal sehat, insting dan pendidikan. Dengan bertambah majunya alam pikiran dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Berkat pengamatan yang sistematis, kritis dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari jawab secara rasional. Dalam menyusun pengetahuan, kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Penalaran deduktif ialah cara berpikir yang bertolak belakang dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik simpulan yang bersifat khusus. Sedangkan penalaran induktif (empiris) ialah cara berpikir dengan menarik simpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus.
Karena himpunan pengetahuan yang diperoleh dari penalaran deduktif dan induktif tidak dapat diandalkan sebagai ilmu pengetahuan maka muncullah ilmu yang secara teoretis didapat dari pengamatan dan eksperimentasi terhadap gejala-gejala alam. Konsep itu disebut Ilmu Pengetahuan Alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar